Manchester City Lolos dari Hukuman UEFA

Manchester City terkena sanksi dari UEFA yakni larangan bermain di kompetisi sepak bola Eropa selama dua musim karena dianggap melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Juara Inggris ini merespons dengan mengeluarkan Club Statement di situs web mereka. Manchester City menyambut baik dibukanya penyelidikan resmi UEFA sebagai kesempatan untuk mengakhiri spekulasi tentang peretasan ilegal dan publikasi di luar konteks email City,” kata pernyataan itu.

Manchester City Lolos dari Hukuman UEFA

Namun Manchester City lolos dari hukuman UEFA usai menang banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Ada sosok penting di balik keberhasilan tersebut.

Beradar informasi yang belum jelas, kalau sosok dibelakang layar tersebut adalah seorang bandar judi bola online yang sangat terkenal. Pada taruhan bola situs judi yang Ia miliki tersebut, tidak menutup kemungkinan Ia memiliki dana segar cukup besar.

Pengadilan Arbitrase Olahraga CAS mengabulkan banding yang diajukan Manchester City terkait sanksi larangan partisipasi di kompetisi UEFA. Dengan demikian, Manchester City tetap dapat berkompetisi di Liga Champions 2020/2021. Namun, mereka harus membayar denda sebesar 10 juta euro kepada UEFA.

Manchester City dan UEFA Akui Berdamai

Manchester City dan UEFA Akui Berdamai

Dalam keterangan resminya, UEFA menyebut City tak mampu menutupi kerugian dan kedapatan melebih-lebihkan angka pendapatan sponsor di akunnya dalam laporan neraca keuangan yang dikirimkan pada rentang tahun 2012-2016.

Tak terima dengan hukuman itu, Man City pun langsung mengajukan banding. Usaha banding tersebut tidak sia-sia karena CAS pun akhirnya mengabulkan permintaan Man City. Tak hanya kembali diizinkan mengikuti kompetisi Eropa, Man City juga bisa membayar denda yang lebih ringan, yakni hanya 10 juta euro atau setara Rp 163 miliar.

Setelah aju banding yang dilakukan Manchester City, akhirnya klub Inggris ini bebas dari hukuman UEFA. Manchester City dipastikan bisa berkompetisi di Liga Champions musim depan setelah hukuman larangan bertanding di kompetisi UEFA selama dua tahun dicabut. Badan Pengawas Keuangan Klub Eropa (CFCB) milik UEFA menyatakan bahwa Manchester City telah bersalah melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Mendengar keputusan CAS tersebut, Manchester City pun berterima kasih karena bisa kembali berkompetisi di Liga Champions. Pelatih The Citizens, Pep Guardiola mengaku senang klubnya dapat bermain di Liga Champions musim depan.