Sponsor Baru Inter Milan Pengganti Pirelli

Inter Milan dikabarkan sedang mencari investor asal Asia untuk menjadi sponsor utama klub, dimana klub ingin berpisah dengan Pirelli. Pada awal Maret 2021, terungkap jika Inter dan Pirelli akan mengakhiri kerja sama mereka di akhir musim ini. Namun, hubungan kedua pihak dipastikan akan tetap berjalan baik.

Sponsor Baru Inter Milan Pengganti Pirelli

Pirelli diketahui telah menjadi sponsor jersey Beneamata selama 27 tahun terakhir. Namun, dengan sangat terpaksa, musim 2020-2021 akan jadi yang terakhir kalinya Pirelli tampil dalam perlengkapan bertanding Inter Milan.

Dilansir dari Football Italia, Inter Milan kini mendapat tawaran dari perusahaan penyedia konten porno, Stripchat. Stripchat telah mengirim proposal pengajuan sponsor ke Inter melalui wakil presidennya, Max Bennett.

Sponsor Baru Inter Milan, Perusahaan Porno Stripchat

Inter Milan dilaporkan bakal menerima kesepakatan sponsor sebesar 23 juta euro atau sekitara Rp394 miliar oleh salah satu perusahan porno. Perusahaan bernama Stripchat kabarnya akan menggantikan sponsor legendaris Inter, yakni Pirelli mulai musim depan. The Sun mengabarkan, Inter sudah menerima tawaran dari Stripchat.

Laporan tersebut mengklaim bahwa proposal tersebut berkisar 23 juta euro per tahun, tetapi laporan sebelumnya di Italia mengklaim Nerazzurri sedang mencari kesepakatan 30 juta euro per tahun untuk menggantikan Pirelli mulai musim 2021-2022.

Sponsor Baru Inter Milan, Perusahaan Porno Stripchat

Stripchat telah mengirim proposal pengajuan sponsor ke Inter melalui wakil presidennya, Max Bennett. Perusahaan yang menyediakan konten porno berbasis live webcam itu bersedia membayar 28 juta dolar AS atau 24 juta euro untuk mencantumkan nama perusahaannya di jersey Inter.

Tidak hanya itu, Stripchat juga memberikan mockup jersey baru Inter. Dalam gambaran tersebut, jersey Inter berubah menjadi warna merah-hitam menyerupai kaos rival sekotanya, AC Milan.

Jangan lewatkan post sebelum nya, Manchester City Lolos dari Hukuman UEFA !

Hal ini turut disebabkan karena Suning Group selaku pemilik klub mengalami krisis finansial setelah mendapat larangan berinvestasi di luar China oleh pemerintah. Kemenangan atas Atalanta membuat Inter Milan mengoleksi 62 poin. Pasukan Antonio Conte unggul enam angka dari peringkat dua AC Milan.